Sombong

Adalah sebuah kesombongan yang nyata yang sayangnya tak beralasan, bahwa tidak ada yang bisa mengerti kamu selain aku. Tetapi sungguh benar adanya bahwa rasa sombong ini juga yang membunuhku. Pemikiran bahwa engkau tanpa diriku akan kepayahan adalah racun. Ia racun yang menghalangiku untuk pergi dari dirimu. Berkali-kali aku kembali karena merasa aku perlu menolongmu, memberitahumu, menyadarkanmu, menemanimu, dan menjagamu. Aku sadar aku bukan baby sitter. Tapi apalah arti kesadaran jika ia tak juga membuatku berhenti melakukan itu semua. Iya, aku sombong karena aku merasa satu-satunya yang mengerti dirimu. Karena aku merasakan kesedihanmu. Hah sh#t. Delusional banget. Engkau sendiri tak berubah. Tetap pada perilakumu yang sudah-sudah. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s