Where do we go from here

Where do we go from here, bahasa Indonesianya mau dibawa ke mana semua ini hahaha # ngarang

Aku sedih. Ramadan ini begitu terasa sepi. Memang ada orang tua di sisi tetapi tetap saja ada sudut tak terisi di dalam hati.

Terkadang saat kita merindukan seseorang, bukan orangnya yang kita rindukan, melainkan momen atau saat-saat yang kita habiskan bersama orang itu.

Aku terbiasa berbagi rasa, uneg-uneg, pendapat, sharing apa saja dengan mereka yang dekat denganku (baca: mantan dan eri). Komunikasi alias ngobrol menjadi bagian penting bagiku. Karena aku bisa mengenal mereka. Aku ga butuh diantar jalan, diantar belanja atau apapun itu, aku bisa sendiri kalau untuk semua itu. Tapi komunikasi bertukar pendapat, aku benar-benar tak berdaya. Seperti kehilangan separuh sayap saat tiada mereka. Nggak ada lagi stimulasi yang memaksa otakku untuk berpikir. Dan aku kehilangan partner ngobrolku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s