Nglupain Eri

Gue bukan mau nikah. Gue cuma pengen nglupain Eri. Lebih jelasnya, gue mau sendirian nglupain Eri. Gue ga mau orang lain ikut bertanggung jawab dan kena getahnya karena gue “berjuang” nglupain Eri.

Orang-orang salah paham, dikiranya gue galau pengen nikah. Tidak. Gue galau karena jatuh cinta gue pada Eri bertepuk sebelah tangan. Karena Eri tidak menerima cinta gue. Dan karena bagi gue itu nikah itu cinta, gue harus jatuh cinta lagi biar gue bisa nikah. Oleh karena itu gue butuh nglupain Eri😦

Gue tahu penyakit gue kalau cinta sama orang lain. Intense, Self sacrifice dan obsession. Di samping itu harga diri gue sangat tinggi. Kalau cuma harga diri sih pas ditolak gitu gue bisa melenggang gampang pergi ga nengok-nengok lagi. Tapi obsesi dan intensitas gue yg “sungguh terlalu” ini membuat gue selalu teringat sama Eri. I feel like either I love and hate him in the same time. And it makes me crazy. I cant breathe.

Gue menyesal ketemu sama Eri lagi. Ga pernah berpikir bisa ketemu lagi sama dia. Gue pikir gue steril, aman dari pengaruh dia, karena terus terang gue sudah terobsesi sama Eri sejak smp/sma. Dan itu bikin gue gila. Gue ga pernah nangisin cowok seperti dulu gue nangisin Eri. Dan ternyata cowok yang sama juga tetap masih membuat gue nangis.

Dulu gue sudah brainwashing otak gue. Dan berhasil. Kabel-kabel konektor gue ke Eri sudah gue cabut, meskipun dengan paksa. Gue sudah ga obsesif lagi pengen ketemu dia. Trus gue kuliah. Dan gue lupakan dia. Padahal kami berdua sekampus, beda fakultas. Gue ketemu semua teman smp gue pas masa orientasi. Tapi tidak Eri. Dia seperti dihapuskan oleh Tuhan dari hidup gue. Gue baru ketemu lagi dia di jagad dunia maya  bernama facebook. Itu pas gue kuliah di Jerman. Dan gue ga kenapa-kenapa. Which is good. Karena itu gue pikir gue sudah steril dan aman dari Eri.

Tapi ternyata enggak
Gue salah perhitungan. Kontak lagi dengan Eri seperti membuka kembali kotak keramat, kotak pandora berisi semuanya tentang Eri. Dan sekarang semua terlambat. Gue patah hati lagi :((

Setelah 20 tahun berlalu. Cinta dan rangga aja kalah bok. Nasib nasib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s