Tentang cinta

Aku dulu pernah nulis ini, tentang aku merasa tidak adilnya cinta antara laki-laki dan perempuan, tentang dikotomi antara lebih baik mencintai atau dicintai.

Jujur, aku tidak ingin lebih mencintai ataupun lebih dicintai. Aku ingin semua balance, seimbang berdasarkan saling terbuka satu sama lain. Aku tidak ingin jadi perempuan yang mencintai karena pandangan perempuan lebih baik dicintai. Tidak. Itu tidak adil bagi perempuan maupun yang laki-laki. Apalagi dalam pernikahan.
Better to have loved and lost than never to have loved at all.”  Even loss expands the heart’s capacity for feeling emotion, especially love.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s