Serba salah cinta

Gue merasa hidup gue kayak di film-film deh. Tau kan film tentang pertemanan laki-laki dan perempuan? Trus yang satunya naksir tapi dipendam gitu.  Yang ditaksir “sakit mata”, ngejar orang lain dan ujungnya kecewa, di php-lah, di hts-sin, pokoknya yang sakitnya tu di sini di sana di mana-mana. Na itulah story gue versi film hahahaha #nyesek. Gue juga jadi ingat klipnya taylor swift yang you belong to me #speechless. kalau di film/klip kan endingya bisa ketebak ya. Kalau di gue enggak. So far sih rasanya indah-indah ga jelas gitu.

Belum genap satu semester gue patahkan hati gue dengan sengaja karena eri dekat-dekat dengan cewek lain tepat menjelang hari ulang tahun gue tahun kemarin. Kebayang banget nyeseknya hati ini ngelihat foto dp bbm dia sama cewek padahal besok harinya gue ulang tahun. Dunia kiamat sudah. Gue sehari semalam ilang nafsu makan. Bawaan cuma pengin nangis dan nangis, badan gemetar (bawaan kelaparan juga sih. Gue pas ultah seharian malah ga makan. Makan gara-gara nraktir teman aja). Setelah kejadian itu pelan-pelan gue nentuin posisi gue di eri gimana. Gue kan ga bisa minggat ngilang seenaknya. Gue teman dia. Teman yang akhirnya jatuh cinta (lagi) #gue pernah mendem cinta sama dia dari smp sampai sma. Kalau sudah begini yang gue bisa cuma nanya “why ya Alloh, why???”

Sampai jelang tahun baru kemarin gue masih bbm-an sama eri. Hingga pada akhirnya gue putusin untuk berhenti dan konsen ke rencana gue 2016. Kira-kira adalah 3 mingguan hahahaha (jerk bgt, ga bbm-an cuma nahan 3 minggu doang). Serius ini, cuma bertahan 3 minggu karena gue merasa ada yang berubah dalam diri eri. Tak ada keceriaan dan nuansa bahagia yang biasanya vibenya bisa sampai jogja. Entahlah mungkin perasaanku saja rasanya gue sudah ada ikatan emosional atau bahkan supranatural dengan dirinya hahaha. Atau mungkin karena gue terlalu perasa dan in tune banget dengan dia. Entahlah. Ich weiss nicht. Dan ternyata benar. Eri cerita kalau dia ditolak. Cewek yang dia hts-in berbulan-bulan pas akhirnya ditembak, dia nolak. #$%$*-*%$-$ dam#$%

Gue ga tahu harus gimana untuk ngelampiasin emosi gue. Gue pengen misuh-misuh. Tapi kan pantang misuh, trus siapa juga yang gue pisuhin coba. Jujur gue sakit. Dan sakitnya itu dobel, berlapis-lapis bahkan. Gue sakit karena gue satu hati sama eri, gue bisa ikut merasakan kesakitan eri. Dan gue ga terima dia sakit seperti itu. Gue sayang sama dia, gue ingin menjaganya, dia itu emosional dan sensitif sekali. Apa-apa dipikir dalam. Hal yang bagi orang lain bisa dianggap biasa bagi dia sudah KLB, kejadian luar biasa. Di sisi lain, gue juga sakit dan sedih. Kenapa eri bisa cinta pada gadis itu sementara pada gue dia tidak merasakan apa-apa. #nyesek level 10

Eri pindah tugas. Saat jelang berangkat, gue doakan semua yang bisa terucap (tertulis di bbm) kepadanya. Semuanya, setulus hati gue. Dan gue melakukan semua itu diiringi tangisan gue yang sesenggukan kayak orang ga akan pernah ketemu lagi. (Saat ini gue juga nangis pas nulis blog ini. Kayaknya kilang air mata gue bocor parah). Eri bilang semoga gue lekas berbahagia dengan suami idaman gue. Dalam hati gue jawab, suami idaman gue itu elo aaargh@#%. Cuma ditulisan gue bilang makasih, dan semoga hal yang sama juga untuk elu. Dan sampai sekarang komunikasi kami ga lancar seperti dulu. Gue biasa caper ngajak diskusi klo dulu. Sekarang eri buat ganti status & dp aja enggan kayaknya. Dia jadi di dunia lain. Gue kangen. I wanna put smiles on his face, always. Gue tiap malam berdoa untuk dia dan gue sendiri. Gue tahu ga ada yang bisa gue lakukan untuk eri selain berdoa. Eri dan masalah serta tantangan hidup dia. Gue takut segala nasehat dan analisis gue malah membuat dia makin terpuruk dan sendiri. Gue merasa kami berdua prone terhadap self defeatism.

Abang gue, mas gp, seperti biasanya yang paling bijaksana, kasih gue nasehat untuk membiarkan eri sendiri. Dia sudah gede dan bisa milih.
Gue: “tapi nanti dia sendirian.Kasihan mas. Ga ada yang mengerti”.
GP: “Kamu itu punya kecenderungan self sacrifying dan melihat hal2 dengan kacamata indah doang. Ada kecenderungan utopis dalam diri kamu dek. Self boundaries kamu hars kuat dulu. Focus away from what doesn’t need fixing to what does need strengthening. The result will be a leaner, stronger, more self-assured you”

Semoga kita baik-baik saja ya. Selalu untuk selamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s