Romantisme bercinta di dapur : Cooking in love

Buset judulnya😀😀

Dulu, di news feed facebook, pernah saya baca/lihat kumpulan gambar yang menunjukan hal indah setelah menikah. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah slide yang bertema “cooking together” .  Ada ilustrasi kartun sepasang lelaki daj perempuan memasak di dapur. Romantis kan? Masak bareng lalu dinikmati bareng-bareng, kalau enak. So sweeet😀 . Pahitnya paling nanti kalau tidak enak ya kemudian jajan bareng hahahaha. Eh itu pahit apa manis ya? Apapun itu, saya merasa gambar slide itu menggetarkan hati semua orang yang tengah jatuh cinta, sedang dipuncaki rasa cinta, ataupun mendamba cinta. Orang-orang itu pasti (kemungkinan besar) akan setuju dengan isi slide dan (kalau sedang senggang) akan menciptakan khayalan dengan orang tercinta/gebetan tercinta adegan memasak di dapur lengkap dengan ilustrasi musik dan pernak-pernik memasak.  Teman (eks gebetan) saya bahkan punya gambaran (yang ekstrem??) tentang memasak di dapur ini. Dia bilang kemungkinan malah  orang tidak jadi masak atau di tengah-tengah masak malah bercinta, apalagi kalau ditambah pake lingerie yang seksi waah seru. Eeeng sampai di sini, pembicaraan dengan dia saya hentikan. Ga bisa disalahkan sih kalau cowok jadi berubah berotak mesum gini. Cuma nyesel aja kenapa inisiatifnya malah dari saya. Dooh #tepok jidat

Jelang akhir tahun 2015, hari ini, kamis, 31.12. Saya membantu ibu memasak di dapur😀 . Awalnya biasa-biasa saja. Saya sebagai asisten, ibu eksekutor utama. Hingga pada satu waktu, tukang sayur langganan berteriak-teriak di luar mengumpulkan ibu-ibu dan calon pembeli lainnya. Ibu mengatakan akan keluar membeli sesuatu. Saya disuruh melanjutkan kerjaan di dapur yang pada saat itu sampai pada tahap menggoreng tempe dan teri yang nantinya akan dipadu dalam oseng tempe teri lombok ijo. Saya lantas “berjuang” sendirian di dapur, menggoreng teri (tempe sudah digoreng ibu). Segera aroma teri goreng menyeruak memenuhi ruang dapur untuk kemudian migrasi sampai ruang tengah😀 . Setelah teri selesai, lantas dilanjut dengan menumis bumbu-bumbu rajang. Bawang putih, bawang merah, cabai hijau merah, daun-daunan (jeruk, salam), serta lengkuas dan pelengkap lainnya. Sekarang dapur jadi beraroma khas bumbu matang ditumis. Terkadang saya juga bersin karena aroma bumbu kadang tajam menusuk hidung.

image

Sampai di sini saya kepikiran perkataan teman saya tentang bercinta di dapur. Saya bertanya-tanya, memang mau gitu bercinta di dapur dengan aroma salam laos tumis dan cabai merah rawit yang tajam menusuk hidung? Ditambah aroma gorengan teri juga. Alamaak, tiba-tiba gambaran cantik seksi berlingerie  berubah menjadi gambaran daster batik kucel lusuh. Rambut? Jangan tanya. Bau asap pastinya. Jadi? Ya tidak apa-apa. Itu kan cuma pikiran saya saja, mengingat, melihat, dan mengalami sendiri memasak di dapur seperti apa. Jauh sekali dengan gambaran teman saya tentang seksi dan romantis tadi. Asapnya booook. Tapiiiii….. Tidak menutup kemungkinan bahwa hal itu bisa kejadian loh.  Maksudnya memasak romantis dan segala kejadian sesudahnya (atau sebelumnya, terserah deh). Bukti yang mengalami sudah banyak. Saya belum tapi😦 . Hanya saja, saya pribadi kepikiran tentang syarat dan ketentuan yang berlaku. Antara lain:
Tempat terkondisikan. Tahu ya?
materi masakan. Kayaknya masakan ala-ala Eropa yang kering-kering dan simple gitu lebih cocok untuk settingan ini.
ada mood ke situ
Dan lain-lain hahahaha (takut otak mesum kalau makin tinggi khayalnya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s