Kangen to the max

Sayang,

sepatu di rak satu, beneran ini gue kangen tau

tali sepatu dari kabel.

rindu padamu membuatku sebel

sayang,

Semua datang ke sini untuk liburan,

please kamu datang, aku di puncak kerinduan

# Ntar dua bulan lagi coba buka tulisan ini, pasti bakal senyum-senyum ga jelas. Well cinta bisa bikin orang gila. Ga papa lah, gila dalam kreatifitas boleh dong. Kalau ga lagi galau karena cinta gini, mana mungkin aku bisa nulis puisi kayak di atas hahahaha.

Sayang, mencintaimu adalah episode dilema cinta abad dua satu. Bagaimana tidak dilema. Aku tidak pernah merasakan sensasi sampai tubuh gemetar hanya dengan teringat padamu. Itu mengingatmu tok, bagaimana jika kita bertemu. Aku ga sanggup. Aku ga bisa membiarkan diriku melayang karena terlalu ringan. Aku juga tidak bisa menjadikan tubuhku seperti tanpa tulang dan lutut seolah kehilangan daya sangganya saat kita bertemu. Aku ga suka ini. Deg-degan, salah tingkah, gemeteran, badan panas dingin. Semuanya terasa tidak manusiawi saja. Bertemu denganmu seharusnya terasa menyenangkan, terasa meringankan. Bukankah itu yang kita rasakan dalam percakapan online kita? Kenapa malah kalau ketemu langsung jadinya kayak orang ga jelas gini. Kamunya juga sih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s