perempuan dan cintanya

Oke, berikut pernyataan yang sering diungkapan:

  1. Laki-laki itu mencintai
  2. Perempuan dicintai
  3. Menikahlah dengan lelaki yang mencintaimu (meski kau tidak mencintainya), karena cinta perempuan bisa hadir alias perempuan itu luluh karena perhatian dan cinta (kenal pepatah witing tresna jalaran saka kulina kan? )

Kalau kita bikin skenario:

  1. lelaki cinta perempuannya juga cinta———–jadi pasangan/menikah
  2. lelaki cinta perempuannya tidak cinta———- tetap jadi pasangan, kan nanti juga timbul cinta
  3. lelaki tidak cinta, perempuannya cinta ——— not a change. Lelaki pantang dikejar. Ia mengejar

Tuhan, kenapa tiap kali aku cinta pada seseorang maka cinta itu pasti menjadi cinta yang tak berbalas. Dan tiap kali pria cinta padaku, aku selalu diminta untuk menerima saja, dijalani dulu. Cinta bisa tumbuh seiring dengan waktu.

Kenapa ini selalu tidak adil bagi perempuan. Salahkah dia jika dia jatuh cinta dan memperjuangkan cintanya? Salahkah dia jika dia menolak cinta lelaki karena dia tidak mencintainya? Semua bilang menikah karena ibadah dan mohonlah cinta dihadirkan dalam rumah tangga kalian. Cinta dan benci itu kuasa Tuhan, bisa sewaktu-waktu didatangkan ataupun dihapuskan.

Bagaimana kalau cinta itu tidak dihadirkan pada malam pertama, ketika mereka berhubungan suami istri?😦 Sudah jelas kan, cinta adalah sepotong emosi manusia. Tidak bisa disebut bercinta kalau belum cinta. Itu namanya berhubungan kelamin saja (yang sudah halal)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s