Memilih-milih Bank

die banken

Nulis ini gara-gara semalam liat iklan BRI syariah di TV. Sepertinya baru ya? Kemarin itu dalam semalam saya melihat iklannya sampai 2 kali, padahal sebelumnya tidak pernah kelihatan. Baguslah. Senang saja ada bank yang saya kenal masuk tivi😛

BRISyariah menjadi salah satu dari bank ‘kecengan’ saya tiap bulan. Yang lainnya adalah bank Muamalat, Cimb niaga, BRI dan BPD Jogja. Di dua bank yang terakhir saya tidak punya rekening tetapi biasa membayar tagihan air dan listrik tiap bulannya.  Ada beberapa alasan kenapa saya memilih menjadi nasabah bank tertentu di bandingkan yang lain. Alasannya itu antara lain:

(1) bank syariah

Lepas dari gosip-gosip yang beredar tentang bank syariah yang katanya tidak benar-benar syariah itu, saya berketetapan untuk mencoba istiqomah di jalur syariah. Maka jelas alasan pemilihan bank saya adalah: pilih yang syariah. Ada banyak kan bank syariah di Indonesia. Just go get one or two or three or even more of them;-P

2) bank yang bisa mengakomodir keinginan saya (dan membuat saya bahagia😀 )  yang antara lain:
#Mudah diakses baik lokasi maupun pelayanannya. Karena saya sering ke mana-mana dengan ibu, maka antri lama paling saya hindari. Jadi skip bank dengan antrian lama😉(

#Tidak banyak biaya ( kalau bisa gratis)

Bayangkan kalau apa-apa kita kena potong fee. Ngambil uang di teller potong fee, nabung di beda cabang bank kena fee, tarik tunai di atm non bank ybs kena fee lagi. Nyebelin nggak sih? Masak kakak saya dari bali mau transfer ke bri jombang kena fee, padahal banknya sama. haissssh!!!
Jujur saya bukan orang yang biasa-biasa aja ketika melihat potongan admin yang ‘lumayan’ tercetak di buku tabungan. Bawaannya bete. Mungkin saya seharusnya berpikir kalau bank bagaimanapun juga adalah penjual jasa yang pasti mengambil biaya atas jasa mereka. Emang bank moyang lo?  *tetep berakhir bete*

*urutan bank tidak menunjukan tingkat kepuasan*

(1) Bank Muamalat

Hubungan saya dengan bank ini bitter sweet deh (haiyah sindrom malam minggu) Sudah pernah ada story di sini. Awal-awal dengan bank ini seneng banget. Untuk tabungan share (sudah ganti jadi tabungan ummat) bisa nabung di kantor pos sesuka hati, ngambilnya juga suka-suka di atm prima punya BCA. Tapi sekarang suka bikin mikir admin plus biaya tambahan kalau ngambil di atm non muamalat. Rasanya galau ga ikhlas gitu kehilangan kemudahan dan keringanan. Padahal kan normalnya gitu yak??? *ended gloomy* Tapi saya masih bertahan loh. *sumo detected* Karena apa? Nggak tahu juga sih. Mungkin ikatannya sudah membatu membatin. Bahkan untuk pindah ke versi tabunganku-pun tidak saya lakukan (kalau memang benar-benar adanya potongan admin yang menjadi alasan galau aslinya saya bisa ganti ke tabunganku yang free admin). Yang terjadi sekarang adalah, saya jarang debet tabungan. Muales poll. Kalau kredit iya. Tabungan ini sekarang jadi semacam liquid cash deposit buat saya. Ditambah tapi ga diambil-ambil kecuali darurat.

(2)CIMB Niaga
Anjuran untuk tidak hanya mempunyai satu rekening tabungan menjadi alasan saya membuka satu lagi tabungan syariah di CIMB Niaga. Kenapa memilih ini?
# Karena bisa nabung di CIMB Niaga yang dekat dengan rumah saya. Jalan kaki 5-10 menit sampai. Hal ini disebabkan antara bank konvensional dengan syariah ada sistem chaneling-nya. Jadi meski bank syariah cuma ada satu di jalan kaliurang dekat ugm sana. Saya bisa nabung di manapun kantor cimb niaga ada.
# Tabungan syariah gratis administrasi😀.
# Ada penjual reksadana yang bank kustodiannya bank CIMB Niaga.
# Terakhir yang amat saya suka adalah kehadiran CDM di CIMB yang dekat kantor dan dekat rumah saya *sorak kalem*. Apa itu CDM? Cash Deposit Machine, saya suka menyebutnya anjungan Top up mandiri untuk membedakan dengan anjungan tunai mandiri (ATM). Salah satu penggunaannya adalah untuk menabung tanpa perlu antri di teller. Sipirilli😉

(3) Bank BRISyariah
Saya mantan nasabah versi konvensionalnya. Alasan-alasan karena antri panjang, ambil di teller ada biaya tambahan, nabung di bank berbeda ada biaya (ketentuannya saya lupa, soalnya sudah terlanjur bete), plus ayah saya yang pernah dikacangin teller pas mau bayar pajak, membuat saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan.

Selesai dengan BRI saya pindah ke BRISyariah. Tabungan di sini akhirnya lebih difungsikan untuk menyimpan budget belanja, terutama yang belanja online karena fasilitas gratis transfer ke mana saja serta gratis ambil di atm apa saja di mana saja. Terus terang fasilitas ini yang saya kejar. Jadi setiap bulan, saya akan memasukan sejumlah uang ke rekening untuk selanjutnya transfer gratis ke cimb niaga dan dana darurat di muamalat dengan meninggalkan seperak dua perak untuk belanja.

Kekurangannya cuma satu (but fine with me, karena tertutup kemudahan yang lain) yaitu Tidak banyak kantor BRI Syariah di jogja. Saya pikir dulu bisa ikutan nabung di BRI konvensional. tapi ternyata tidak. Ada sih alternatif di kantor layanan syariah. Tetapi lagi-lagi belum bisa diterapkan. Saya sempat telepon di cabang ugm yang katanya bisa melayani syariah. Ternyata belum bisa. Ujicobanya belum sukses. Ya sudahlah. Akhirnya kembali ke BRIS di Kotabaru lagi.

4 thoughts on “Memilih-milih Bank

    • Tergantung kebutuhan dan keinginan sih klo saya. Bris untuk bayar2 online krn free ke mana aja cuma lokasi bank terbatas/jarang ditemui. Baiknya Cimb syariah itu bagi hasilnya lbh tinggi dibanding bris dan bisa transaksi di cimb konven jd lbh fleksibel. Reksadana sy beli terpisah. Cimb hanya untuk jalan transfer krn bank kustodian di cimb. Hth🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s