Mie Aceh: ini tidak sekedar mie. Ini tentang hati

hehehe maaf kalau judulnya bikin kernyit alis. I just couldn’t help it. Kata orang, kenangan (tentang apapun) akan lekat kalau terasosiasi pada sebuah benda (atau tempat). Ya memang seperti itu cara kerja otak. Contoh kongkretnya saya dan mie Aceh ini.

Tadi sore/malam saya dan beberapa teman sengaja ketemuan dan makan di sebuah warung makan aceh namanya RM Bungong Jeumpa. Orang jogja tau dong. Cabangnya sudah ada beberapa kok. Nah kami makan di cabang monginsidi, tak jauh dari tempat tinggal saya. Cuma di sini satu-satunya saya pernah makan. Yang lain belum pernah. Terlalu jauh.

cane

mie

Saya suka makan dan tidak suka mengomentari makanan. Maklum, tidak bisa membuat sendiri kok komentar. Tetapi kalau melihat teman-teman yang suka ngajak janjian di sini, sepertinya riwayat tempat makan ini memang baik, sesuai dengan standard jogja dalam hal rasa, harga, rupa, suasana. Semuanya tergantung selera anda memang😀

Satu yang istimewa dari tempat ini bagi saya yaitu ACEHnya. Ada riakan kecil di hati ini yang membawa penggal-penggal memori tiap kali makan makanan Aceh. Saya punya ikatan yang kuat dengan teman-teman dari negeri serambi mekah itu. Something about them keeps fascinating me. Tak heran j kenangan akan mereka itu sering muncul di tempat ini. Kami memang tidak pernah makan bareng di sini. Bahkan mungkin mereka juga tidak tidak tahu kalau tempat ini ada. Bungong jeumpa hanya pemicu kenangan. Kenangan ribuan mil di sana, di benua biru. Mie aceh dengan segala macam variannya; teh tarik, kopi tarik, es ketimun, martabak, kari dan cane itu semua hanyalah media.

Menikmati kari di sini serasa memutar ulang acara masak-memasak di asrama dulu. Kami memasak kari ampela. Ya, sepertinya memang kari. Saya tidak tahu nama jenis masakan yang sama sekali berbeda dengan masakan jawa. Asam sunti, daun kari? this is new for me. Katanya memasak tidak akan afdol kalau tanpa mereka. Makanya ada seorang teman yang jauh-jauh membungkusnya dari tanah air demi terwakilkan nuansa khas dari kampung halaman tercinta. Saya suka itu.

Menghirup kopi aceh, mencecap teh tarik, sepiring cane dan mie aceh membawa lagi kenangan perjalanan bersama kami. Bukan kopi aceh memang yang kami minum di Dresden, Berlin, Leipzig atau di tempat lain. Kami minum kopi tapi tidak sekedar minum karena ada interaksi di sana membahas tentang semuanya. Budaya, adat, pandangan hidup, cita-cita, kecemasan dan masa depan. Di sini saya tahu istilah kopi pancung yang terdengar seram tapi ternyata tidak seram-seram amat.

Ah Aceh. Lebih dari seperempat abad hidup di Indonesia, tapi mengenalmu malah di negeri orang. Atjeh, seorang teman selalu menulis namamu begitu, dengan ejaan lama. Pikiran logis saya mengatakan aduh ini orang ya, kebanyakan gaul dengan orang-orang tua sih, sampai segitunya dalam mengeja. Sedangkan pikiran di sisi lain mengatakan: tidak apa-apa. Itu namanya jiwa sentimentil. Berarti hatinya mudah tersentuh hahaha.

Jujur, pada akhirnya mie aceh dkk memang bukan sekedar mie dan bumbu rempah khas. (Mie aceh saya spesial karena yang buat orang aceh asli dan dimakan di jerman sana, kurang spesial apa lagi tu) Bagi saya ini tentang kenangan. Hati saya yang terkenang. Tidak secara berlebihan sih, nanti juga akan lupa lagi. Tapi kalau makan mie aceh lagi ya besar kemungkinan akan datang lagi. Tidak apa-apa.

Eh iya sebelum lupa, warung makanan aceh ini punya tiga cabang kan. Satu yang saya datangi ada di Jln. Monginsidi nomernya lupa. Pokoknya di pertigaan jalan magelang, perempatan pingit ke utara. Lalu ada di Seturan dan juga di gejayan dekat atmajaya. Mahasiswa jogja mana yang ga tahu kedua tempat itu😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s