Belajar naik motor di Mandala Krida

DSC05513Hari ini saya (belajar) naik motor lagi. Dulu sebenarnya saya pernah belajar naik motor tepatnya beberapa saat setelah kkn, tetapi tidak sukses. Saya jatuh dan tidak berani mengendarai motor lagi sejak saat itu, kapok. Waktu itu saya kepedean, baru belajar beberapa kali udah main brangkat ke kampus sendirian. Ceritanya sih saya ditantang ayah, berani ‘bawa’ motor sendiri ga?. Trus saya iya-in aja. Baru jalan beberapa rumah, tepatnya di tanjakan samping pos ronda, saya sudah jatuh karena terlalu kencang ngegas di tempat yang kebetulan banyak pasirnya. Motor jatuh, alhamdulillah saya ga ikut jatuh (banget). Kaki saya sempat bisa menyangga badan, tapi tali sepatu sandal saya putus, setang motor juga posisinya jadi ga bener😀. Lepas itu saya jadi ‘nebenger’ kelas wahid, ke mana-mana bonceeeeeeeeng melulu atau kalau enggak ya jalan kaki atau naik kendaraan umum.

Dan waktu berlalu sedemikian rupa. Semakin ke sini kok kebutuhan untuk bisa naik motor semakin besar saya. Saya suka jalan kaki, tetapi tidak suka naik angkutan umum. Saya tidak masalah dengan ketidaklengkapan trayek angkutan umum ataupun masalah harganya. Pengalaman jalan kaki karena letak halte jauh sudah saya alami, begitu juga masalah harga tiket yang lumayan mahal. Yang jadi masalah saya adalah ketidaknyamanan di angkutan umum. Bukan, bukan karena non AC, tapi karena rawan copet dan sering terjadinya pelecehan perempuan. Meskipun demikian harapan akan transportasi umum yang murah, ramah, dan aman masih tetap ada (kayak tagline iklan politik aja :-D)

Baiklah, supaya tidak semakin melenceng dari tema, mari kita lanjutkan cerita belajar naik motornya. Siang sekitar jam 2-an tadi saya dan ayah bertolak ke lapangan parkir stadion sepakbola Mandala Krida yogyakarta. Kenapa perginya siang-siang? Karena hari ini Jogja diguyur hujan sejak pagi saudara-saudara. Hujan baru reda menjelang dhuhur.

mandala krida

Lapangan parkir Mandala saya akui memang enak buat apa aja. Buat olahraga oke, karena emang tempatnya. Di sini juga merupakan tempat ideal untuk latihan naik kendaraan bermotor karena jalan aspal area parkirnya alus mulus lempeng melingkari stadion. Waktu itu saya melihat ada lebih dari 5 buah mobil yang kayaknya ‘sedang belajar’ berlalu lalang di sana. Selain berlatih motor/mobil di lapangan rumput ada juga yang main mobil-mobilan pake remote serta anak-anak yang main sepedaan. Oh iya, yang sedang pacaran juga ada tempatnya Pokoknya kami berbagi asyik deh😀. Btw, kalau capai, lapar, dan atau haus tinggal mampir ke beberapa tenda angkringan atau penjual aneka makanan (enak) yang terdapat baik di dalam maupun di luar lapangan.

DSC05567

Sesi latihan kali ini langsung ke praktek, tidak ada teori-teorian kayak dulu. Kunci diserahkan ke saya, selanjutnya terserah saya😀. Sesaat saya ga tau mau ngapain. Rasanya sudah berlalu terlalu lama sejak waktu itu. Tapi show must go on, anjing sudah menggonggong, kafilah harus berlalu maka sayapun maju. Mesin menyala, tarik nafas, masuk gigi satu, tarik nafas lagi, dan gas pelan-pelan. Huff huff saya keliling parkiran bagian depan. Setelah satu putaran ketemu bapak lagi. Saya bilang kok berat ya?. Ya iyalah,pasang gigi satu terus. Kan cara yang benar tu masuk ke satu trus naikin ke gigi dua dan tiga atau ke empat. Weleh kok bisa lupa ya. Yakin banget deh tu orang-orang sekitar (yang jaga ankring plus yang nongkrong pastinya) senyam-senyum nggak jelas. Batin mereka mungkin bilang, Orang yang aneh. Naik motor kok pasang gigi satu terus hahahaha.
Padahal tadi sempat geer lo. Karena sesaat saya sempat lirikan (ups) sama cowok yang latihan nyetir mobil. Jangan-jangan dia ngeliatinnya gara-gara gigi satu tadi itu ya? Sial. *beberes ga jadi geer*

Kekeliruan tadi segera saya perbaiki di putaran berikutnya. Beruntung lapangannya luas. Kali ini saya pindah, menghindari orang-orang di parkiran depan (karena malu tadi pasang gigi satu mulu). Saya pindah ke parkiran belakang mandala. Sukses. Putaran ke tiga saya (bertingkah) ikutan putar balik sebuah mobil. Hasilnya? Ga bisa belok. Saya malah melaju kencang ke area rumput dekat pagar belakang. Saya panik tapi masih sadar untuk tidak nambah gas (lagi). Motor melaju menyusuri rumputan sampai ujung mau masuk jalan aspal lagi. Sebelum mencapai ujung, saya tersadar. Di sana, pada batas antara rumput dan aspal ada pembatas lumayan tinggi seukuran setengah anak tangga yang artinya saya dan motor harus “anjlog” supaya bisa kembali ke jalan aspal. Dalam hati saya bilang jangan sampai jatuh, jangan jatuh. Alhamdulillah tidak jatuh. Untung jalan sepi. Yang terdengar hanya sorakan anak-anak macam bolang (bocah petualang-trans tv) bikin keki penyemangat. Ada yang bilang “yee mbake keren” sambil tepuk tangan. Duh-duh mereka ga tau sih😦

Selanjutnya saya muter-muter aja bermain gas dan rem di tempat itu. Saya berbagi dengan mereka yang sedang latihan nyetir mobil. Kejadian lucu kalau kami kebetulan berpapasan atau bertemu. Sama-sama takutnya hahahahaha. Beranjak sore tempat itu makin ramai. Selain saya, yang latihan naik motor bertambah. Bukan anak bapak melainkan teman-teman sebaya (mungkin sekitar smp). Grogi dan keki campur aduk ketika mereka melaju melewati saya dengan kecepatan tinggi, sementara spedo motor ini ga pernah lebih dari 20😛.

Sudah cukup capek latihannya saya ajak bapak pulang sekitar jam 4 s0re. Karena naik motornya masih kaku dan dibawa tegang alias spaneng lengan, tangan, pinggul dan pantat semuanya pegal. Setelah mandi sore balsam sudah menanti. Soalnya kalau tidak diolesi balsam bisa-bisa tidak tidur semalaman karena badan pegal semua😀.

until next time😉

Semoga semuanya Engkau mudahkan ya Alloh. Jagalah ayah dan ibu sayangilah mereka selalu, amiiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s