cinta ujung negeri

Sebutkan nama-nama kota-kota  di Indonesia yang pernah kamu kunjungi!

Masih ingat permainan “sebutkan nama-nama” di atas. Intinya kita harus menyebutkan beberapa kata khusus dari kata umum yang ada, kata umum bidang politik, geografi, ekonomi, semuanyalah. Permainan menyenangkan dan penuh hafalan😛 Oh iya, jawaban jujurku akan pertanyaan sebutkan nama-nama di awal tadi adalah: kota tempat tinggalku sekarang dan kota tempat asal kedua orang tuaku hehehehehe.

Iya, aku orang yang ga pernah ke mana. Pada saat sebagian besar orang sibuk mudik tahunan aku tidak pernah ikut-ikutan. Kerabat kami ya cuma di situ-situ juga. Jarak bisa ditempuh dalam hitungan menit atau kalau jalanan sedang macet maksimal satu jam tempuh naik motor. Ke Jakarta ibukota negara? hehehehehe aku baru menginjakan kaki ke kota “lu/gue” itu tahun 2009 lantaran studi lanjutku mengharuskan diriku berurusan dengan salah satu kantor kedutaan negara lain di Jakarta. Cuma itu.

Lalu apa kaitannya permainan masa kecil, sempitnya jangkauanku akan jelajah nusantara, serta judul  “Cinta ujung negeri” di atas.

😀😀😀 Baiklah.

Jarak pandang saya antar kota antar propinsi memang terbatas (emang bis angkutan) tapi nuansa romantisme hati ini ternyata tidak demikian adanya.😉 Masa pendidikan lanjut di luar Indonesia, meski tidak terlalu lama, telah cukup meluaskan pemahaman saya akan makna keberagaman Nusantara yang dulu diajarkan di sekolah dasar dan menengah. Sekarang ia tak lagi sebatas makna data dan kata-kata saja. Aku mengalami, berinteraksi, dan menginterpretasi secara langsung dengan saudara beda suku, beda pulau, beda agama. Sesuatu yang luar biasa dan aku suka. Inilah makna litaaruf yang sebenarnya. Makna saling mengenal dan menghormati dalam ayat Quran itu dikuatkan secara nyata di sini. Subhanalloh. Aku kenal sahabat dari Aceh, Padang, Palembang, Sulawesi, Bali, Maluku, dll di sana, jauh di luar negeri.

Dan rasa itu berlanjutlah. Seorang lelaki dari ujung negeri ini menarikan tarian rasa, tarian hati. Aku tertawan dan terpana. Tampilan akhlak karimah dari seberang pulau yang dahulu tak pernah kujangkau dari tempatku berada, sekarang ada di depan mata. *bersambung*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s