Masjid/mushola di Hartono mall

Saya memang bukan orang yang religius. Boleh dikata malah saya termasuk yang suka protes dan ngeyel garis keras kalau diberi tausiah atau nasehat atau apalah. Ya kalau isinya memang tidak tepat dan tidak bisa saya terima kenapa tidak. Apalagi kalau isinya saya rasa tidak membawa kepada kebaikan dan lebih membela yang berkepentingan. No way lah. Tergantung dari berbagai macam hal sih kalau yang ini. Tetapi saya juga orang yang mudah tersentuh. Hal-hal kecil bisa membuat mata ini berkaca-kaca dan (sepertinya) membuat bersyukur kepada Alloh.

Hartono mall

Ini mall jauh sekali dari rumah saya. Jarang saya bisa ke sini atau sengaja ke sini kalau tidak ada kepentingan. Alasan ini berlaku untuk semua kunjungan ke mall sebenarnya😀. Hari ini saya mampir ke Hartono mall. Sebenarnya tidak ada niat ngemall. Hanya tadi kakak saya kirim pesan supaya dibelikan thai tea. Iya. Kebetulan saya ada perlu sebentar ketemuan dengan teman di seputaran UPN Jogja. Jadi sekalian keluar rumahnya. Begitu kata kakak. Selesai ketemu dengan teman, saya pulang. Dan arahnya melewati mall Hartono ini. Saya mampir lah ke sana. Karena saya tahu ada pilihan thai tea banyak di sana dan sekalian ngadem sebentar. Jogja puanas sekali hari ini. Di parkiran mall yang luas itu saya celingukan mencari mushola. Iya. Dulu pernah sholat di mall hartono dan saya tahu musholannya ada di parkiran. Karena tidak ketemu (wawasan pandang ruang dan orientasi arah saya memang kacau) akhirnya saya putuskan nanti saja sholat di rumah, toh tidak akan lama beli teh ini juga.

Tetapi Alloh berkehendak lain. Setelah saya masuk ke dalam ternyata saya ingat bahwa mushola itu tidak jauh dari pintu masuk dekat area dropzone mobil, dekat bakso cakman. Akhirnya saya belok, ga jadi cari kedai thai tea tapi malah sholat.

Adalah sebuah kejutan yang menyenangkan melihat mushola ini. Karena apa? Tempat wudlu perempuan yang terakhir kali saya sholat di sini masih hanya berupa kran air menempel di dinding tanpa ada sekat penutup sama sekali sekarang sudah menjadi tempat berdinding cukup tinggi yang melindungi para muslimah yang mengambil air wudlu. Alhamdulillah. Dulu saya masih ingat harus membasahi bagian muka dulu sedemikian rupa sehingga setelahnya baru tangan dan kaki yang rasanya ribet karena memang tempat itu terbuka jadi membuka kerudungnya hanya bisa sedikit-sedikit saja. Sekrang hal itu tidak perlu lagi. Dan saya sangat bahagia. Meski di parkiran yang panas dan gerah, hal ini adalah sebuah kelebihan dan kemudahan yang luar biasa. Tempat wudlunya juga bersih dan pilihan kran banyak serta airnya lancar.

Selesai urusan sholat, saya tak lupa nulis dm ke ig hartono mall. Saya perlu mengapresiasi peningkatan fasilitas mereka yang satu ini dengan tak lupa meminta ditambahi kaca cermin dan tempat menggantung tas. Hahahaha. Penting ini tapi kan. Kalau kaca cermin luas dan banyak pasti tidak ada yang mematutkan jilbabnya di depan kaca almari tempat mukena itu. Karena itu bukan cermin sebenarnya. Semoga semakin indah ke depannya ya. Amiin

a

Advertisements

Tentang Steemit

Bingung ya baca judulnya 😀

Baru hari sabtu kemarin mendapat info tentang keberadaan steemit ini. Seorang senior dari Lhokseumawe yang memberi tahu tentang hal ini gara-garanya saya memberi sepotong kecil paragraf tulisan saya (yang memang cuma baru separagraf itu :)) ) kepadanya via Whatsapp. Beliau lantas menyarankan untuk diposting di Steemit. Gitu ceritanya.

Singkat cerita saya google-lah info terkait steemit ini. Menarik juga platformnya. Katanya beda dengan Facebook. Iya harus. Karena kalau sama dengan Facebook saya ogah gabung. Kenapa? Karena saya sedang mencari platform anonim tempat saya bisa bebas mencurahkan kreativitas saya dalam menulis bebas. Lha kan sudah ada wordpress blog ini. Iya juga sih. Memang di sini saya masih anonim tapi masih ada kurangnya. Kekurangannya adalah teman-teman tidak ada yang tahu blog ini punya saya hahahaha. Nah mau saya, ada satu lagi platform kreatif untuk saya yang anonim di dunia luar tapi diketahui teman-teman dekat saya. Penting ya itu? Iya, untuk orang seaneh saya.

Balik lagi ke pencarian di dunia maya perihal info Steemit, ternyata semuanya mengarah ke postingan para steemitan alias tulisan mereka di situs steemit. Saya sebenarnya mencari ulasan yang diluar situs tersebut. Sesuatu yang lebih “netral”. Beberapa sudah saya dapatkan antara lain dari kaskus, dari blog komunitas penulis Aceh, dan instagram 😀 . Lumayanlah. So, dare to join steemit? definitely yes. Why not anyway. Siapa tahu bisa jadi penyair berdarah biru? #eh. hahaha. Beneran, yang saya cari adalah jalur ekspresi tanpa batas tanpa label. Sesuatu yang pure anonim untuk saya. Memang di Steemit ada benefit berupa uang bayaran,Tapi apa iya saya bisa mendulang dari sana. Kalau iya, ya iya bahagia banget 😀 tapi kalau tidak, ya tidak apa-apa. Pengennya sih ada anonim juga yang mengapresiasi puisi saya (yang kadang ditulis dalam bahasa Jerman ini) amiiin.

 

 

Masker (lumpur) laut mati

Weekend bulan maret minggu ke-3 hujan saudara-saudara. Beneran hujan yang seperti musim hujan itu. Yang intensitas curah hujannya tinggi, lama, dan kadang disertai angin cukup kencang. Ini tumben sejak sabtu malam hujan tidak nampak akan berkurang. Tadi pagi berhenti sebentar, cukup untuk memberi kesempatan orang keluar cari soto buat sarapan😀. Tapi jam 10 awan mulai menggelap, kelabu menggelayut, muram, sendu dan hujanpun kembali turun.
Sekian laporan cuaca Jogja. Semoga yang sedang berkunjung tidak merasa dirugikan dan justru sebaliknya, mendapat pengalaman berharga yang pantas dikenang dalam kunjungannya ke Jogja kali ini.

Saya tidak ke mana-mana weekend ini. Sudah cukup badan dihempas ke sana ke mari selama weekdays kemarin. Sekarang saatnya bersantai, ngopeni awak alias merawat badan. Dan salah satu caranya adalah dengan maskeran😀. Kebetulan masih ada masker oleh-oleh dari Jerman. Masker ini dari produsen Schaebens yang di Jerman sana mengeluarkan produk masker sachetan berbagai varian. Masker yang saya pakai kali ini adalah Totes Meer Maske alias masker laut Mati.

wp-image--1027016042

gambar dari Amazon.de

Mengklaim mengandung bahan-bahan yang berasal dari laut mati, antara lain lumpur (Schlamm), ganggang (algae), dan mineral lainnya masker ini membantu kulit yang bermasalah memerangi jerawat (Pickel) dan komedo (Mitesser) dan membersihkan kulit secara intensif. Wah pas banget dengan kondisi kulit saya yang pasca menstruasi kemarin malah jerawatan ga habis-habis.

Saya menunggu seminggu setelah mens untuk maskeran. Bukan apa-apa sih, memang punya waktunya baru setelah seminggu itu hahaha.

Sebungkus masker totes meer isinya 15ml/20gr dan keterangannya untuk satu kali pemakaian. Tapi  sepertinya bisa 2-3 kalo deh. Ini di saya aja sisa banyak dan disimpan di kulkas.

Maafkan foto bagian belakang kemasannya belepotan. Tapi masih bisa terbaca kan tulisannya? Masker totes Meer bebas silikon, bahan pewarna, parfum, dan PEG (Polyethylenglykole). Maksudnya apa? Saya ga paham itu PeG. Informasi dari google mengindikasikan Peg dan paraben itu termasuk yang dihindari dan ditiadakan dalam produk kosmetik natural. Eeeng…..😮. Cukup membantu ga sih?

Wie gesagt, saya memakai masker ini kira-kira cuma sepertiganya saja. Karena itu sudah sangat banyak dan cukup mencover muka secara tebal-tebal dan leher serta sedikit bawah leher (dekolet). Petunjuk pemakaian mengisyaratkan masker didiamkan selama 10-15 menit setelah itu dibilas dengan air hangat. Saya merasakan sensasi panas di kulit di awal-awal pemakaian lama-lama hilang sendiri. Sepertinya sih semua akan merasakan hal tersebut, jadi siap-siap aja kepanasan dikit. Tidak ada efek yang ditinggalkan panas tersebut. Ya cuma panas itu tadi. Masker di muka ini ditunggu sampai kering. Lumayan cepat kok keringnya. Tapi nyusahin ya. Karena tidak bisa ngomong. Jangankan tertawa, senyumpun tiada daya. Takut retak. Setelah dibilas dengan air hangat, kulit terasa halus, mulus segar dan bersih (yang ini sugesti aja kayaknya). Jerawatnya masih? Tentu saja 😁. Tunggu aja 2-3 pemakaian lagi ntar lihat hasilnya.

Kalau di Jerman sana masker ini worth buying banget sih. Gampang diperoleh dan variannya banyak. Ada coklat, cacao, strawberry, bahkan varian caviar dan champagne hahaha. Harganya murah juga. Cuma 0,5 eu sekitar 8rb lah. Samaan dengan masker-masker dari Korea. Cuma kalau dijual di Indonesia akan menjadi lebih mahal kali ya.

Hiding yourself

Okay, this would become some kind of confession, my confession. But first, let me ask you: “Have you ever done something undoing? Thing that you don’t realize until you understand what that really was, after time came passed by?”

Well, to be honest. I think we all have done it, once or even more. We are no angel afterall, right? To the very deepest part of my heart and my mind, I did it. I have put someone or more into the idea that “I like them/him”. Yes, it is about my relationship(s). And yes, they are all sh#t, as a matter of fact.

I would not pity myself. Eventhough I feel the pain until now. I realized that I have caused pain in somebody else’s heart too. Somebody, from whom I hide my self. Someone, whom I blocked from my social medias. Someone, from whom I kept myself anonym for so long. I really don’t want to have contact with him. Not until he found someone else rather than still tracking me and hounting me. I never have this feeling, this urge to hide. I scared if I had to deal with him again. Knowing how my energy was sucked up to its lowest.

I undoingly let my self being sucked up by providing him this all the best goddest like personality he ever found in a woman, which is I really am not. That in the end made me run away, far far away from him. For I really dislike the feeling.

Now I am in his position in regards to other man. Then I understand that feeling he has is the same feeling I had back time. He might be sucked up too. And the way he drawn back him self is the same way I took as I run away. He hides him self the same way as I hid myself. So that is why I have to back off, and go away from him. I have to put him right onto his exact position, human. Not god, not that perfect angel too.

Dewi sri spa: body mist passion of manggis 

Another collection from dewi sri spa. Gue beli ini sudah lama. Gara-garanya nemenin sobit gue ke centro amplaz dan kami mlipir ke wardah di sana. Ga taunya dekat wardah ada booth DSS ini. Coba-cobi lah kami 😀. Kayaknya ini seri terakhir aroma buah yang gue beli. Sudah bosen gue nyium buah-buahan. Setelah ini kayaknya gue mau nyari yang aroma bunga seger dan ringan ah.  Gue sudah ada BBW aroma bunga. Tapi ga terlalu cocok kalau dipakai siang hari. Berat. Gue ga akan kuat. Makanya ini lagi nglirik-nglirik sembari ngekep dompet biar ga kebanting sangat. Duuh boros amat ya ini anak.

Reviw DSS passion of manggis:

Sweet, manis banget. Aroma buah (manggis) manis kerasa banget buahnya. Manggis asli aja sampai kalah kali ya. Agak-agak kurang awet alias cepat ilang. Tapi juga ga akan sayang buat semprot-semprot lagi lawong isinya sak gambreng buanyak banget😀

Alloh yang maha arogan

Apapun yang terjadi Dia tak akan bergeming dengan ngambegmu. Ga akan luluh ataupun mengeras keinginanNya karena manipulasimu. In fact Dia sudah tahu segala tipu daya dan permainanmu. Alloh maha arogan, dan kamu tahu itu. Sumpah serapah tak ada gunanya. Hanya makin menambah emosimu saja. Dan Alloh di sana, Dia tersenyum: “halah manusia, manusia. Dasar cemen nyali sauprit ngaku besar. As always and usual”

Alloh maha arogan. Tak ada perbuatan manipulasimu yang bisa mengetukNya dan merubahNya apalagi kalau hanya untuk memenuhi inginmu.Who  the hell you think you are anyway?

sebuah postingan malam

Enggak, bukan postingan horor.

Barusan gue kirim aplikasi summer school ke Jerman. Paling lambat tanggal 1 maret sebenarnya dan gue telat sejam setengah waktu Indonesia barat alias 01.32. Sudah masuk tanggal 2 ya kaaan?? Iya gue tahu. Tapi masih gue kirim juga. Sebenarnya gue bisa kurang dari jam 12 tadi ngirimnya, kalau saja seandainya gue ga ganti tema, dan gue punya koneksi internet yang tidak dodol tadi.

Ya mau gimana lagi. Harapan gue si bapak panitia sana ngikutin jam Jerman pada saat menerima aplikasi gue. Kalau gitu kan di sana masih jam setengah 8 malam, masih tanggal 1 Maret juga kan, jadi masih bisa ikut kompetisi gitu #kepedean

Gue ga tau kegilaan macam apa yang sejenak menjangkiti gue tadi karena tiba-tiba gue ganti tema lalu dengan lancarnya menulis dalam bahasa Jerman kurang dari dari sejam sudah selesai. Sedangkan kemarin-kemarin gue bengong ga ada tema sama sekali. Bahkan kemarin malam gue sampai terbangun tengah malam lalu mandi kembang  berharap menemukan ide dengan sok kerennya baca-baca jurnal dan essay berbahasa Jerman, hal yang sebenarnya asyik tapi sayang gue terlalu malas untuk sering-sering melakukannya. Dari baca-baca itu gue memang menemukan hal yang menarik sih untuk diangkat, tapi lagi-lagi kalau dituangkan dalam tulisan, tak setetespun kata teruntai. Singkatnya gue masih nge-blank sebagaimana hari-hari yang telah lalu.

Dan hari ini gue masih terus mikir, masih terus baca-baca beberapa tulisan yang sempat gue unduh dan simpan di hape lenovo gue untuk kemudian benar-benar naik ke kamar gue dan nyalain laptop jam sepuluh malam hahaha.ups . Maaf, gue ga suka karakter mepet-mepet kaya gini. Sebenarnya tadi di bawah sambil menemani ibu, gue sudah mulai nulis-nulis gitu, bikin mind map, poin yang mau gue omongin. ada juga sedikit pemanasan basa-basi dalam bahasa Jerman. Namun jujur, di hati gue belum klik. Rasanya seperti ada banyak hal asyik di kepala gue yang nampak worth it semuanya untuk ditulis hingga akhirnya gue buka dua template ms. words untuk menampung mereka yang akhirnya semua ga beres dan gue end up nulis hal yang bueda sama sekali.

Kalau besok misalnya gue lolos ke Jerman, harapan apa yang kan kuberi#koes plus#kisah sedih

Adakah jalan yang kumiliki untukku bisa ga malu-maluin tampil di sana#kalau lolos.

ps.

Gue masih ada peminatan tema riset s3 yang perlu dikembangkan. Sudah tiga kali gue skip dateline graduate school yang gue impikan. Tolong tepok kepala gue biar nyadar kalau gue udah nyia-nyiain waktu dan potensi gue.

S3 itu berat, kamu ga akan kuat. Diar aku saja

Gue ga nonton Dillan, suer. Gue juga kayaknya ga akan niat nonton Dillan juga.  Itu gue lagi bicara sambil ngaca. Biar gue tahu diri.