taking back power

It does sound cruel, whenever we stop “shining on somebody”. But to me it’s the most important thing to do, a start of the new. 

Taking back my power means I stop investing ” me” on him. Stop giving my energy out. I start to gain and gather it to be focused on other thing(s). It hurts really. Knowing he was important in your past. But everytime it happens, i just grap a book, write my blog, have a chat with people, and anything else but thinking of him. He can’t knock me down and feel misserable. 

Sombong

Adalah sebuah kesombongan yang nyata yang sayangnya tak beralasan, bahwa tidak ada yang bisa mengerti kamu selain aku. Tetapi sungguh benar adanya bahwa rasa sombong ini juga yang membunuhku. Pemikiran bahwa engkau tanpa diriku akan kepayahan adalah racun. Ia racun yang menghalangiku untuk pergi dari dirimu. Berkali-kali aku kembali karena merasa aku perlu menolongmu, memberitahumu, menyadarkanmu, menemanimu, dan menjagamu. Aku sadar aku bukan baby sitter. Tapi apalah arti kesadaran jika ia tak juga membuatku berhenti melakukan itu semua. Iya, aku sombong karena aku merasa satu-satunya yang mengerti dirimu. Karena aku merasakan kesedihanmu. Hah sh#t. Delusional banget. Engkau sendiri tak berubah. Tetap pada perilakumu yang sudah-sudah. 

Pride of my mistake

Truth is, I feel shameful, pretty much humiliated. I was hoping for something better. But I guess it all just ilussions. They said, you can’t keep banging your head over and over again into a closed door. It wasn’t its fault to be closed, you are the one who needs to back off.

I love eri. I care for him and I don’t wanna see him sad. But he keeps ruining me. The way he treated me was very bad. So I guess the time comes for me to erase him permanently off my life. Though I still don’t know if I could do it or not. I don’t wanna get stucked in his love life, his customed love. I hate him. I understand he won’t give up on chasing that girl. It just to me he looked so pathetic, that’s all. I don’t understand him. With all that pains and hurts, he keeps sacrificing him self to all those who are not really deserve him.

But that is love anyway. Don’t count on me. I am just a broken hearted woman falling for a silly man whom I thought a merry perfect prince. My eyes, my bad really.

Now that I am torn, humiliated, hurt, dissappointed, and very sad. It all because my pride. I cannot back off. My pride is just too high. Normally I would act clingly, hard to let go, being miserable and sadly pathetic. Things go very wrong and suffocating for long long time. Until it is too late that I have wasting time to man, who does not deserve my time at all. Stupid, pathetic pride. I screw it.

Teardrops On My pillow

Kadang aku merasa beruntung karena aku dan eri cuma berbagi sekolah SMP saja. Jadi dia tidak tahu bagaimana perjalanan hidupku yang sebenarnya. Sekarang kan dia tahunya aku sudah seperti ini, Master  kandidat Phd dari Jerman😀 . Aku nggak bisa bayangin kalau dulu satu SMA dengannya. Huaaaah pasti horor. Aku dan segala rupa kegrogianku tiap ketemu dia. Aku dan segala kekagumanku yang di luar kesadaranku sendiri terhadap dirinya. Seperti cerita film remaja nggak nggenah. Ngefans yang norak parah. No no no. Aku bahkan nggak bisa ngebayangin itu semua. Aku akan seperti di cerita klipnya taylor swift itu dan eri akan menjadi alasan untuk tiap tetes air mataku. Huh menyebalkan. Thinking about him becoming the reason for teardrops on my pillow. No way. BUT, seriously, I have once cried so hard over him hehehehe. Silly and pathetic me. Itu aja kami sudah beda SMA ya, makanya aku bilang, aku sangat beruntung kami tidak satu SMA waktu itu. Alhamdulillah.

Untuk pertama kalinya aku berbangga dan bersembunyi di balik simbol-simbol keunggulan edukasi Jerman, semuanya itu karena Eri. Aku tak ingin tampak lemah di hadapannya. Mungkin seperti video klipnya taylor swift yang itu, aku memang tak bisa bersaing dengan gadis-gadis tipikal di sekeliling eri. Aku nggak mau seperti itu dan karena memang aku tidak bisa. Jujur saja. Bahkan untuk upload foto di sosmed-pun aku enggan. Aku selalu berpikir “untuk apa?”

Tapi untuk pertama kalinya juga aku merasa bersembunyi di balik kepalsuan. No no no. Aku melarang diriku untuk itu. Aku selalu bertanya pada diriku “mengapa”, tapi jauh dalam hatiku aku tahu, mereka gadis-gadis itu, bisa juga menjadi seperti aku, sebagaimana aku juga bisa menjadi seperti mereka. Pendidikan, titel seperti halnya juga make up dan pakaian, itu semua hanya bungkus luar. Bisa dibongkar pasang, bisa diganti-ganti. Seharusnya aku tidak membandingkan diriku dengan para gadis itu. Bukan berarti gelar itu menjadikan seseorang lebih baik dari pada orang lain ataupun sebaliknya cantik dan seksi itu membuat orang lebih dibandingkan yang lain. Lalu kenapa aku menjadikannya masalah? Let it just be me. I am smart, sexy and I am pretty too. So GIRLS, let us say it clear and loud : YOU CAN BE ANYTHING TOO. AND ABOVE ALL, JUST BE YOU. YOU and YOU and YOU.

Poof

Some said, memory lies in your heart not in chat history. Well I guess it’s true anyway. Ery has contacted me again, told me that our chat has gone. So? Not a big deal to me. You’re gone anyway. He broke my heart again. And now I’m torn. I know I should feel his pain. But does he ever feel mine? Did he ever? I really need to see him and if coming to see me is not his bussiness, then he shall not be mine either. I would not give a damn attention to you again.

Mimpi-dream-Traum

Iya itu yang kayak drama sendiri ketika tidur. Tiba-tiba ada cerita dalam tidur kita yang seperti nyata (kadang juga tidak terlalu nyata).

Aku sering bermimpi Eri. Heran deh, sejak kami berdua kontak lagi, mimpiin dia itu sudah kayak langganan. Awalnya cuma sekali. Setelah itu lamaaaa banget ga ngimpi. Dan ketika kami mulai dekat, dimulai juga drama mimpi itu. Frekuentif. Tahun pertama kontak terhitung 6 kali mimpi tentang eri bisa ku-recalled. Aku yakin pastinya ada lebih dari itu karena tidak semua mimpi kita bisa diingat kembali saat kita terjaga dari tidur.

Mimpiku tentang eri berbeda-beda kualitasnya. Ada yang terasa begitu nyata, hingga saat bangun tidur, badanku seperti habis nguli kerja rodi, capek ga bertenaga. Lemas dan sedih seharian. Habis mimpinya itu seperti beneran, menguras emosiku. Aku nangis di mimpi itu, nangisin eri yang sepertinya mau pindah kerja jauh. Sampai bangunpun aku masih nangis, bantalku basah. Aku nggak mau bermimpi seperti itu lagi. Rasanya capek sepanjang hari, tidak bertenaga. Dan sedihnya terbawa terus. Iya sih. Habis itu beberapa bulan kemudian eri pindah. Jauuuuh ke sebrang pulau. Meski bukan pulau yang ada di mimpiku yang menjadi tempat bertugas dia yang baru.

Kenapa sih kita mimpi seseorang sebegitunya sedangkan dengan orang lain kita tidak pernah memimpikan sekalipun?

Aku bertanya seperti ini, karena selama “jalan” dengan mantan, aku tidak pernah sekalipun mimpiin dia. Sumpah. Padahal intensitas kami sama (aku-eri/aku-mantan) kami memang sama-sama jauhan. Tapi si mantan kalau pulang jogja pasti ketemu aku. Seharusnya mimpiku tentang mantan lebih banyak, atau minimal ada lah satu-dua. Tapi ini tidak sama sekali. Aku bingung dan ga habis pikir. Katanya lagi, kita mimpi seseorang karena mungkin sebelum tidur orang itu ada di pikiran kita. Oke fine. Mantan dulu hampir tiap malam selalu nelpon bahkan kadang sampai ketiduran. Materi nelponnya pun bukan yang lebay tapi bermutu. But then again. I never had dreams about him. Apa yang membedakan eri dengan mantan? Aku tidak tahu. Begitu kangennya kah aku padanya? Berarti aku nggak kangen dong dulu itu sama mantanku?

Ps. Ni lagu cocok banget buat gue hahaha. Wildest dream punya taylor swift. Check this out😉
“He’s so tall, handsome as hell…” . Yeah rite😀