namanya juga usaha

Gue romantisnya kebangetan. Sumpah. Kebangetan absurd maksudnya 😀. Parah banget deh.Kadang gue sampai kasihan sama si kayangan yang sering ga dong klo lagi disayang2 itu. Sudah dibikinin teks cantik-cantik penuh cinta dan kasih sayang gitu, eeeh balasannya lempeng banget, tiada riak tiada gejolak. Dasar orang fisika 😆😆

the weather is like a misterious sexy lady. Darkening sky with hard wind blow. Cold breeze and powerful sound of the rain. Just happened within seconds. You never expected this soon yet here it is standing by the window, witnesing earth in its longing for  her lover, the rain, water from heaven.

Trus jawabannya apa saudaraku sebangsa setanah air? Setelah berjam-jam dianggurin gitu barulah pesan itu akhirnya terbaca untuk kemudian dibalas dengan kata-kata: 

same here. 

raining hard 

Udah hahaha. Nyengir lah saya. Makanya, pacaran kok sama profesor. Waktunya habis untuk kerja. Bisanya chating kalau luang waktunya. Kapan itu? Ya pagi atau sepulang kerja, yang sayangnya ga tertentu waktunya. Untung itu, masih mau nulis balesan 😘😘. 

Menderita itu kalau lagi tinggi kayak gini. Bawaannya pengen sayang-sayangan, romantisan, soft core sampai hard core pokoknya 😂😂. Tapi nggak ada waktu. Kalau malam sudah capek, pagi buru-buru mau kerja. Siang ? Bisa, tapi nggak bakal bisa buas eh puas. Contoh garingnya kayak gini:

what ru doing?

im having workshop. Miss you. 

oh ok. good luck. hug n kiss from here

thanks. need that really. 

ow. then more kisses. tighter hugs for you. Happy? 

Very. big smile here.

stop smiling alone. you’ll look weird in front of the participants. 
hahahaha. already, asking me whats wrong.

na kan. ga bakal bisa seru kalau gitu. Ada image yang harus dijaga soalnya. Dan dia kerjanya kalau nggak kasih kuliah, ngisi workshop seminar, rapat, konsultasi sama bimbingannya, ngreview jurnal atau ngurus riset dia sendiri. Oh well…😢

 

Membuat salad pepaya

Bahan:

  • pepaya mengkal diserut agak halus. Saya beli yang sudah jadi serutan di pasar. Pepaya mentah cincang kasar sih, jadi hasilnya variatif besar kecil tebal tipis 😀
  • untuk dihaluskan: bawang putih, cabai rawit/biasa, garam, gula jawa
  • lemon peras ambil airnya
  • kacang tanah dan ebi sangrai
  • kecap ikan (saya tidak pakai karena tidak punya)

cara membuat

  • Bumbu dihaluskan kemudian ditambahkan air jeruk lemon, kacang dan ebi tabur. Haluskan sejenak supaya tercampur lantas masukan pepaya. Tekan-tekan hingga lunak dan rata bumbunya. 
  • cicipi kalau-kalau kurang manis, asin, asemnya.
  • pindahkan ke piring

taking back power

It does sound cruel, whenever we stop “shining on somebody”. But to me it’s the most important thing to do, a start of the new. 

Taking back my power means I stop investing ” me” on him. Stop giving my energy out. I start to gain and gather it to be focused on other thing(s). It hurts really. Knowing he was important in your past. But everytime it happens, i just grap a book, write my blog, have a chat with people, and anything else but thinking of him. He can’t knock me down and feel misserable. 

Sombong

Adalah sebuah kesombongan yang nyata yang sayangnya tak beralasan, bahwa tidak ada yang bisa mengerti kamu selain aku. Tetapi sungguh benar adanya bahwa rasa sombong ini juga yang membunuhku. Pemikiran bahwa engkau tanpa diriku akan kepayahan adalah racun. Ia racun yang menghalangiku untuk pergi dari dirimu. Berkali-kali aku kembali karena merasa aku perlu menolongmu, memberitahumu, menyadarkanmu, menemanimu, dan menjagamu. Aku sadar aku bukan baby sitter. Tapi apalah arti kesadaran jika ia tak juga membuatku berhenti melakukan itu semua. Iya, aku sombong karena aku merasa satu-satunya yang mengerti dirimu. Karena aku merasakan kesedihanmu. Hah sh#t. Delusional banget. Engkau sendiri tak berubah. Tetap pada perilakumu yang sudah-sudah. 

Pride of my mistake

Truth is, I feel shameful, pretty much humiliated. I was hoping for something better. But I guess it all just ilussions. They said, you can’t keep banging your head over and over again into a closed door. It wasn’t its fault to be closed, you are the one who needs to back off.

I love eri. I care for him and I don’t wanna see him sad. But he keeps ruining me. The way he treated me was very bad. So I guess the time comes for me to erase him permanently off my life. Though I still don’t know if I could do it or not. I don’t wanna get stucked in his love life, his customed love. I hate him. I understand he won’t give up on chasing that girl. It just to me he looked so pathetic, that’s all. I don’t understand him. With all that pains and hurts, he keeps sacrificing him self to all those who are not really deserve him.

But that is love anyway. Don’t count on me. I am just a broken hearted woman falling for a silly man whom I thought a merry perfect prince. My eyes, my bad really.

Now that I am torn, humiliated, hurt, dissappointed, and very sad. It all because my pride. I cannot back off. My pride is just too high. Normally I would act clingly, hard to let go, being miserable and sadly pathetic. Things go very wrong and suffocating for long long time. Until it is too late that I have wasting time to man, who does not deserve my time at all. Stupid, pathetic pride. I screw it.

Teardrops On My pillow

Kadang aku merasa beruntung karena aku dan eri cuma berbagi sekolah SMP saja. Jadi dia tidak tahu bagaimana perjalanan hidupku yang sebenarnya. Sekarang kan dia tahunya aku sudah seperti ini, Master  kandidat Phd dari Jerman 😀 . Aku nggak bisa bayangin kalau dulu satu SMA dengannya. Huaaaah pasti horor. Aku dan segala rupa kegrogianku tiap ketemu dia. Aku dan segala kekagumanku yang di luar kesadaranku sendiri terhadap dirinya. Seperti cerita film remaja nggak nggenah. Ngefans yang norak parah. No no no. Aku bahkan nggak bisa ngebayangin itu semua. Aku akan seperti di cerita klipnya taylor swift itu dan eri akan menjadi alasan untuk tiap tetes air mataku. Huh menyebalkan. Thinking about him becoming the reason for teardrops on my pillow. No way. BUT, seriously, I have once cried so hard over him hehehehe. Silly and pathetic me. Itu aja kami sudah beda SMA ya, makanya aku bilang, aku sangat beruntung kami tidak satu SMA waktu itu. Alhamdulillah.

Untuk pertama kalinya aku berbangga dan bersembunyi di balik simbol-simbol keunggulan edukasi Jerman, semuanya itu karena Eri. Aku tak ingin tampak lemah di hadapannya. Mungkin seperti video klipnya taylor swift yang itu, aku memang tak bisa bersaing dengan gadis-gadis tipikal di sekeliling eri. Aku nggak mau seperti itu dan karena memang aku tidak bisa. Jujur saja. Bahkan untuk upload foto di sosmed-pun aku enggan. Aku selalu berpikir “untuk apa?”

Tapi untuk pertama kalinya juga aku merasa bersembunyi di balik kepalsuan. No no no. Aku melarang diriku untuk itu. Aku selalu bertanya pada diriku “mengapa”, tapi jauh dalam hatiku aku tahu, mereka gadis-gadis itu, bisa juga menjadi seperti aku, sebagaimana aku juga bisa menjadi seperti mereka. Pendidikan, titel seperti halnya juga make up dan pakaian, itu semua hanya bungkus luar. Bisa dibongkar pasang, bisa diganti-ganti. Seharusnya aku tidak membandingkan diriku dengan para gadis itu. Bukan berarti gelar itu menjadikan seseorang lebih baik dari pada orang lain ataupun sebaliknya cantik dan seksi itu membuat orang lebih dibandingkan yang lain. Lalu kenapa aku menjadikannya masalah? Let it just be me. I am smart, sexy and I am pretty too. So GIRLS, let us say it clear and loud : YOU CAN BE ANYTHING TOO. AND ABOVE ALL, JUST BE YOU. YOU and YOU and YOU.